» » Serba-serbi membuat roti


Membuat roti-rotian dengan menggunakan yeast atau hefe boleh dibilang gampang-gampang susah.  Susah jika menyalahi resep sehingga roti yang dihasilan keras.  Bahkan anjing yang kena lempar roti akan pingsan heheheheheh.  Gampang jika sesuai betul dengan apa yang dituliskan resep kemudian roti bisa mengembang dan empuk dimakan.

Contoh hal yang menyalahi resep antara lain

  1. Tepung yang ditulis oleh resep, tipe hartweizenmehl atau tipe 550.  Jika mencoba menggunakan tepung tipe lain misalnya 405, maka adonan akan sangat cair.  Jelas gagal heheheheh
  2. Telur yang digunakan ukuran M.  Jika menggunakan telur ukuran L, maka adonan akan terlalu lembek.  Tidak gagal sih...tapi hasil kurang optimal.
  3. Yeast/hefe nya diberi air yang terlalu panas.  Yeast akan mati, roti tidak bisa mengembang.  Roti jika dipaksa di oven, akan keras, sekeras batu. Nahhhhh jelas gagalnya.  Kalau lagi marahan sama suami, pas banget digunakan untuk melempar.  Hahahahah suami langsung pingsan.
  4. Jika adonan roti menggunakan banyak gula, waktu tunggu untuk mengembangkan adonan lebih lama, sekitar 4 jam.  Jika baru 1 jam sudah mencoba dioven, roti akan keras.  Yahhhh tidak gagal sih, tapi "selamat makan sendirian" soalnya anggota keluarga lain pada tidak mau hihihihih
Di atas adalah suka duka, belajar membuat roti.  Yang jelas, banyak berlatih banyak bisa.  Pengalaman adalah guru yang sangat berharga.

Hal penting yang perlu diperhatikan saat membuat roti ragi/yeast/hefe.  Ada 3 jenis ragi/yeast
  1. Yeast granul (hefegranulat) :  yeast untuk roti yang diaktifkan menggunakan air hangat
  2. Yeas segar (frisch Hefe):  yeast berbentuk kotak, berat 42 g, harus dilarutkan terlebih dahulu dalam air hangat, baru di masukkan ke dalam tepung
  3. Yeast kering ( trockenhefe): yeast langsung di masukkan ke dalam tepung, yeast akan aktif dengan larutan yang ada dalam adonan roti.
Cara melarutkan ragi/yeast/hefe

Ragi Granul
  1. Sediakan air hangat dalam mangkuk.  Masukkan ragi ditambah dengan 1 sdt madu atau gula, kemudian diamkan selama 5 menit.  
  2. Aduk ragi dengan sendok/centong kayu. Sebaiknya mengaduk menggunakan sendok kayu.  Ada reaksi antara sendok steinless dengan ragi.  
Ragi Segar
  1. Ragi diletakkan dalam mangkuk, kemudian dihancurkan dengan sendok kayu.  Tambahkan air hangat.
  2. Ragi diaduk terus hingga larut dalam air dan terbentuk massa seperti pasta.
Ragi kering
Ragi langsung dimasukkan ke dalam tepung terigu tanpa perlu persiapan sebelumnya.


Cara Menguleni Tepung 

Adonan tepung harus diuleni menggunkaan tangan sampai elastis.  Teori yang ditulis di buku hanya diuleni selama 10 menit.  Prakteknya, waktu untuk menguleni lebih lama agar tepung elastis.  Cara menguleni tepung, tangan kiri memegang sisi kiri adonan tepung sedangkan tangan kanan mendorong adonan ke depan.  Lakukan proses mendorong hingga adonan elastis.

Adonan tepung di dorong dengan tangan kanan ke depan

Setelah diuleni, adonan tepung di biarkan dalam suhu ruang.  Lama membiarkan tepung ini bervariasi sesuai resep.  Tutup adonan roti dengan serbet yang sudah dibasahi air.  Lebih baik lagi jika air yang digunakan air hangat.

Cara Menyiapkan Oven

Untuk membuat roti dan kue-kue lain selalu oven dalam kondisi panas terlebih dahulu, baru roti atau kue di masukkan.  Panas oven langsung memanaskan kue sehingga kue langsung mekar.  Hal yang perlu diperhatikan dalam mengoven roti adalah:
  • Semprot oven dengan air menggunakan sprayer pada seluruh permukaan oven.  Jika tidak punya sprayer, cipratkan air keseluruh permukaan oven.
  • Masukkan es batu dan air dalam wadah tahan panas.  Taruh wadah tersebut dalam oven bagian terbawah.  Air dalam diharapkan dapat menjaga kelembaban agar roti yang dihasilkan empuk.
es batu dan air dilatakkan dibawah oven,agar lembab dan roti empuk





Referensi: Treuille E, Ferrigno U.  2004.  Brot backen.  Dorling Kinterslag: New Delhi.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

3 komentar:

  1. Ini pakai oven listrik apa oven kompor?
    Klo pakai oven kompor gimana? dan klo pakai oven listrik gimana

    BalasHapus
  2. Dear friend Kirlan Diantoro. Waktu menulis catatan ini menggunakan oven listrik, sumber panas berupa pelat di sebelah atas (api atas).

    Menurut saya, prinsip kerja sama saja antara oven listrik dan kompor. Misalnya air dalam wadah tahan panas yang dimasukkan dalam oven, bisa digunakan baik oven kompor dan listrik. Pernah mencoba membuat roti menggunakan oven kompor, roti OK tidak masalah...

    BalasHapus